Minggu, 12 Mei 2013

TOP 10 KUALITAS GURU YANG BAIK

1. confidence atau keyakinan diri sendiri. guru yang baik tetap memiliki kepercayaan diri, meski sesekali merasakan kemunduran.
2. patience atau kesabaran. guru terbaik bisa membantu siswa yang mengalami gangguan mental. bukan berarti mereka harus, tetapi mereka begitu sabar, meski bukan lagi menjadi tugas utamanya.
3. true compassion for their students atau memiliki rasa kasih sayang sejati pada siswanya.
4. understanding atau pemahaman. guru yang baik memiliki pemahaman yang benar tentang bagaimana mengajar.
5. the ability to look at life in a different way and to explain a topic in a different way atau kemampuan melihat kehidupan dengan cara yang berbeda dan menjelaskan topik dengan cara yang berbeda.
6. dedication to excellence atau dedikasi untuk keunggulan.
7. unwavering support atau teguh dalam memberi dukungan.
8. willingness to help student achieve atau kesediaan untuk membantu siswa mencapai prestasi.
9. pride in student's accomplishments atau bangga atas prestasi siswa.
10. passion for life atau berairah untuk hidup.

Minggu, 05 Mei 2013

LAPORAN OBSERVASI


KELOMPOK 10
MUHAMMAD RAJIEF     11-117

PENDAHULUAN

Latar Belakang
Mengajar merupakan seni dan ilmu mentransformasikan bahan ajar kepada peserta didik pada situasi dan dengan menggunakan media tertentu. Ilmu mengajar bisa dipelajari di mana pun, dan kapan pun, baik individual, kelompok, maupun dilembagakan. Seni mengajar hanya terlihat ketika interaksi pembelajaran berlangsung. Pembelajaran, seperti halnya pertanian dan penyembuhan adalah seni kerja sama yang membantu alam melakukan apa yang dapat dilakukannya sendiri, meski tidak mungkin selalu baik hanya dengan itu.
Pedagogi tidak hanya berbicara mengenai seni dan ilmu mengajar, melainkan juga mendorong banyak orang untuk melakukan redesain dan pemahaman ulang atas bagaimana menggunakannya untuk merumuskan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan siswa dan kebutuhan zaman. Pedagogi tidak sekedar harus dipahami, melainkan juga bagaimana cara mengaplikasikannya.
Pada proses pengajaran kami kali ini,kami mengambil tema mengenai belajar bahasa inggris.kami mengambil tema tersebut karena pada zaman sekarang bahasa inggris merupakan hal yang sangat penting pada system pendidikan di Indonesia.  Ada beberapa hal yang kami lakukan terkait dengan pedagogi abad 21,  dimana kami mengajarkan mereka menggunakan modul agar lebih mudah di pahami oleh peserta didik. Kami juga menyuruh mereka untuk menggambar dan memberikan nama pada gambar tersebut dan juga memberikan kalimat sesuai dengan apa yang kami ajarkan sebelumnya agar dengan mudah mereka memahami pembelajaran tersebut.

Tujuan
·         Untuk memenuhi kebutuhan dan kewajiban dalam mengerjakan tugas mata kuliah pedagogi
·         Untuk menambah pengalaman dalam proses belajar mengajar
Manfaat
Dapat menjadi referensi baik bagi mahasiswa, guru, dosen atau siapa saja mengenai proses atau seni mengajar
LANDASAN TEORI
PEDAGOGI PRAKTIS ABAD 21

Pedagogi Progresif
Meski pedagogi secara definisi tidak pernah berubah, kajian terasa terus kontekstual sesuai dengan perjalanan sejarah peradaban pendidikan. Ketika memasuki abad ke-21, banyak orang tertarik untuk mendiskusikan pedagogi, bahkan diberi nama pedagogi abad ke-21 yang dikenal juga sebagai pedagogi progresif.
Diskusi mengenai pedagogi memang memunculkan pertaruhan, ketiga generasi lanjutan menjadi pertaruhannya. Pedagogi yang abstrak itu harus mampu menjelmakan sesuatu menjadi sesuatu yang konkret. Pedagogi tidak sekedar harus dipahami, melainkan juga bagaimana cara mengaplikasikannya. Pemikiran inilah yang kemudian melahirkan apa yang disebut sebagai pedagogi praktis.

Ilmiah dan Praktis
Sebagai ilmu atau teori dan seni atau praktik mengajar, pedagogi termasuk dalam kategori “pengetahuan pedagogis formal” dan “pengetahuan pedagogis vernakular” (McNamara, 1991). Pedagogi formal bermakna pedagogi teoritis atau ilmiah, sedangkan pedagogi vernakular merupakan kata lain dari pedagogi praktis. Pedagogi formal merupakan upaya mengembangkan prinsip-prinsip dan teori-teori pedagogi yang efektif melalui penelitian yang sistematis, lebih abstrak dan lebih umum dari pedagogi vernacular atau pedagogi praktis.
Menurut Carpenter (2001) ada dua fungsi penelitian pedagogis. Pertama, untuk menghasilkan pengetahuan baru tentang pengajaran dan pembelajaran. Kedua, untuk memungkinkan guru atau pendidik memahami, menjelaskkan, membela, membenarkan, dan bila perlu memodifikasi pedagogi. Secara sadar atau tidak sadar, guru juga menjadi peneliti. Karena didalam tugas-tugas praktis mereka, selalu muncul pengalaman baru, yang jika waktu memungkinkan dapat menambah khasanah baru bagi perbaikan pengajaran mereka. Meski demikian, tidak semua guru dapat menimba pengalaman baru selama menjalani proses pembelajaran, dengan bebrapa alasan :
·         Informasi yang berlebihan
·         Kurangnya waktu untuk berbagi pengetahuan
·         Tidak menggunakan teknologi untuk berbagi pengetahuan secara efektif
·         Kesulitan menangkap pengetahuan yang diperoleh
·         Adanya pengekangan terhadap kreativitas

Studi Sistematik
Studi sistematik kepedagogian erat kaitannya dengan penerapan pedagogi. Untuk membangun dan memperkuat keterhubungan itu perlu menelaah kaitan antara pedagogi praktis dan ilmiah serta antara pedagogi dan standar professional guru. Menurut Youth dan Lucas (1999) menjadi sngat penting bahwa profesi guru mengembangkan pendekatan sendiri untuk spesialisasi professional di bidang pedagogi. Satu kerangka kerja yang dimungkinkan oleh guru dapat mengembangkan pendekatan mereka sendiri untuk pedagogi, disarankan oleh Hallam dan Ireson (1999) seperti berikut ini.
·         Pertimbangan tujuan pendidikan dan nilai-nilai yang mendukung pengajaran
·         Pengetahuan tentang teori belajar
·         Pengetahuan tentang konsep-konsep yang berbeda dari mengajar
·         Pengetahuan tentang model pengajaran dan pembelajaran dan interaksi dinamis karakteristik siswa, karakteristik lingkungan belajar, tuntutan tugas, proses pengajaran dan pembelajaran, dan berbagai jenis pembelajaran
·         Memahami bagaimana pedagogi dapat dioperasikan di dalam kelas
·         Pengetahuan dan keterampilan untuk mengevaluasi praktik, penelitian, dan teori yang berkaitan dengan pendidikan.



PELAKSANAAN

 Perencanaan tugas observasi
1.       Tema : belajar bahasa inggris
2.       Hari dan tanggal : sabtu, 6 april 2013
3.       Tempat : rumah Okto (Jl. Balam 36A)
4.       Peserta : 5 orang
5.       Alat dan bahan :
·         Pensil (5 buah)
·         Pensil mewarnai
·         Penghapus (5 buah)
·         Rautan (5 buah)
·         Kertas
·         Modul
·         Kamera
·         laptop
·         Reward (coklat &minuman)
·         Meja
·         Kursi

6.       Proses pengajaran :
·         Perkenalan
·         Penjelasan seputar bahasa inggris (simple present tense)
·          Menggambar dan mewarnai
·         Bercerita mengenai hasil yang peserta gambar





Winda  sebagai pengajar 1
Okto sebagai pengajar 2
Rajief sebagai dokumenter

HASIL

ketika sampai pada hari pelaksanaan tugas,ada beberapa hal yang tidak sesuai dengan perencanaan kami, yaitu dimana peserta didik yang harusnya dalam perencanaan kami berjumlah 5 orang, hanya 2 orang yang hadir. Kedua pesrta didik itu bernama Febby dan Aga.  Walaupun awalnya sedikit agak sulit untuk meberikan pengajaran kepada mereka, tapi kami berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkan hasil terbaik.
Pertama, pengajar meminta peserta didik untuk menggambar objek kesukaan mereka. Febby menggambar seekor tikus (jerry) dan aga menggambar pesawat tempur. Ketika diminta menggambar, febby langsung menggambar,tapi tidak dengan aga. Pada awalnya aga tidak tahu ingin menggambara apa, ketika di Tanya dia menyukai apa,dia mengatakan dia menyukai pesawat, tetapi dia tidak bisa menggambarkannya. Kemudian okto memberikan sebuah contoh gambar pesawat kepada aga, kemudia aga mulai menggambar.
Setelah selesai menggambar, peserta didik diminta untuk menceritakan gambar mereka, setelah selesai menceritakan, kemudian pengajar menjelaskan sedikit seputar bahasa bahasa inggris, yaitu mengenai simple present tense.









Dari sisi peserta didik :

Aga
-          Ketika perkenalan iya menunduk dan menggelengkan kepala
-          Ketika diberi penjelasan matanya memandang lurus kea rah pengajar, sesekali dia menggaruk kepalanya
-          Ketika ditanya dia menyukai gambar apa, dia mengatakan bahwa dia menyukai pesawat
-          Ketika disuruh menggambar hal disukainya tersebut, dia tidak mau,namun ketika diberi gambar pesawat, dia mulai menggambar
-          Ketika menggambar, sesekali dia menempelkan pensil didagunya
-          Dia juga mengibas-ngibaskan kertasnya
-          Ketika selesai menggambar,dia berjalan kesana kemari,sesekali dia melihat keluar rumah melalui jendela
-          Ketika dia diminta untuk menceritakan, dia menggelengkan kepalanya

Febby
-          Ketika perkenalan, dia bersembunyi di belakang winda sambil mengintip
-          Ketika diberi penjelasan, matanya serius memperhatikan sambil tersenyum
-          Ketika ditanya dia menyukai gambar apa,dia mengatakan bahwa dia menyukai Jerry (tikus pada kartun tom&jerry) dan dia mengatakan tidak menyukai Tom
-          Ketika disuruh menggambar hal yang disukainya tersebut, dia langsung mengambil pensil
-          Ketika dia diminta untuk menceritakan gambarnya, dia menggelengkan kepala sambil tersenyum, namun kemudian dia menceritakannya


Dari sisi pengajar :

Winda
-          Sedikit tersenyum ketika mengajar
-          Sesekali badan winda bergerak kekiri dan kekanan
-          Tangan winda lebih aktif bergerak ketika mengajar

Okto
-          Membujuk aga dengan mengelus kepala Aga
-          Sesekali okto mencubit pipi Aga
-          Duduk di samping Aga

Rajip
-          Mendokumentasi proses pengajaran dengan memgang kamera
-          Berjalan kesana kemari
-          Mempersiapkan sarana dan prasarana

Interpratasi
Meskipun  pada awalnya kedua anak malu-malu, namun pada akhirnya mereka mengikuti proses belajar dengan baik. Terlihat mereka sedikit kebingungan dengan materi yang di sampaikan, terutama aga dimana dia beberapa kali menggaruk kepalanya. Namun lain halnya dengan febby dia seperti sudah memahami materi tersebut dimana dia tersenyum ketika di beri penjelasan.

EVALUASI
Harus kami akui, kami kurang persiapan dan pengalaman dalam melaksanakan tugas observasi kami kali ini. Banyak hal yang tidak sesuai dengan rencana kami. Di antaranya jumlah peserta didik yang  seharusnya berjumlah 5 hanya 2 yang hadir. Proses pengajaran yang tidak sesuai rencana,seharusnya dalam proses pengajaran, penjelasan seputar bahasa ingrris di adakan di awal, namun karena beberapa kendala, penjelasan kami lakukan di akhir. Dari sisi peserta didik, mereka juga kurang siap dalam menerima proses pembelajaran, seperti aga yang sangat sulit sekali untuk di ajak bekerja sama dalam proses pembelajaran. Sulit sekali membujuk dia untuk ikut proses belajar kali ini.

TESTIMONI
RAJIEF
Tugas kali ini sangat sulit bagi kami, karena kami kurang mempersiapkan diri, kami juga kurang berpengalaman dalam tugas kami kali ini. Tapi tugas kali ini cukup merangsang imajinasi dan pandangan kami tentang apa yang akan kami lakukan di masa yang akan dating.

WINDA
Kegiatan observasi dan pembelajaran ini menguras waktu, tenaga, dan pikiran bahakan emosi. Namun, pengalaman dan pelajaran yang saya dapatkan dari proses ini tidak ternilai harganya. Saya belajar tentang kesabaran bahwa walaupun kita sudah membuat rencana yang matang tidak akan selalu mudah untuk mengaplikasikannya secara nyata. Apalagi kalau terdapat beberapa rencana yang belum matang akan menjadi lebih sulit. Saya kini menyadari, mengajar adalah pekerjaan yang sulit. Namun dengan belajar dan terus belajar, mengajar akan memasuki jiwa saya (ceile :p). Saya mau mengajar lagi !! \(^o^)/

OKTO

Tugas yang menyenangkan sekaligus menegangkan, karena sejujurnya saya tidak terlalu menyukai anak anak. ada waktunya mereka menyenangkan, ada juga yang tidak, saya takut tidak mampu menghandle mood mereka atau memebuat mereka bosan. cukup beralasan karena rencana kami juga berantakan dengan tidak hadirnya 3 anak lagi. tapi itu yg terbaik yang bisa kami berikan saat ini, yang saya pikir cukup memuaskan.

Sabtu, 27 April 2013

PEDAGOGI

Pedagogi yang ditarik dari kata "paid" artinya anak dan "agogos" artinya membimbing atau memimpin. Maka dengan demikian secara harafiah "pedagogi" berarti seni atau pengetahuan membimbing atau memimpin atau mengajar anak. Pedagogi berasal dari kata Yunani "dibayar," yang berarti anak plus "agogos," yang berarti memimpin. Oleh karena itu, pedagogi telah didefinisikan sebagai seni ataupengetahuan membimbing,memimpin atau mengajar anak.  
Karena pengertian pedagogi adalah seni atau pengetahuan membimbing atau mengajar anak maka apabila menggunakan istilah pedagogi untuk kegiatan pelatihan bagi orang dewasa jelas tidak tepat, karena mengandung makna yang bertentangan. Pada awalnya, bahkan hingga sekarang, banyak praktek proses belajar dalam suatu pendidikan yang ditujukan kepada orang dewasa, yang seharusnya bersifat andragogis, dilakukan dengan cara-cara yang pedagogis. Dalam hal ini prinsip-prinsip dan asumsi yang berlaku bagi pendidikan anak dianggap dapat diberlakukan bagi kegiatan pendidikan bagi orang dewasa.  
Namun karena orang dewasa sebagai individu yang sudah mandiri dan mampu mengarahkan dirinya sendiri, maka dalam andragogi yang terpenting dalam proses interaksi belajar adalah kegiatan belajar mandiri yang bertumpu kepada warga belajar itu sendiri dan bukan merupakan kegiatan seorang guru mengajarkan sesuatu (Learner Centered Training / Teaching) 

Minggu, 14 April 2013

HASIL WAWANCARA



BAB 1
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Pendidikan merupakan aspek penting dalam kehidupan manusia. Dalam pendidikan ada yang disebut pengajar, ada pula peserta didik yang diajar. Dengan adanya proses belajar mengajar, manusia mampu memahami sesuatu jauh lebih dalam dan konkrit.
Zaman ini, banyak pemuda pemudi yang tidak sadar betap pentingnya ilmu pengetahuan. Banyak yang sepele terhadap ilmu pengetahuan. Mereka tidak tahu bahwa mereka dapat hidup karena adanya ilmu pengetahuan. Di samping itu, tidak sedikit pengajar atau guru yang melakukan tugasnya semata-mata hanya untuk penghasilan sehari-hari. Semakin meningkat perkembangan zaman, semakin memundurkan pemikiran manusia, khususnya di belahan bumi Indonesia.

1.2  Tujuan
Wawancara ini dilakukan bertujuan untuk mendapatkan data empiris sebagai dasar untuk menjawab pertanyaan:
1        Bagaimana pandangan seorang guru tetntang pendidikan?
2        Bagaimana pendidikan yang baik itu?
3        Bagaimana pendidikan di Indonesia?
4        Apa yang menjadi motivasi seorang guru mengajar?
5        Strategi apa yang di gunakan seorang guru dalam mengajar?
6        Bagaimana kriteria seorang guru yang baik?
7        Bagaimana pandangan seorang guru terhadap peserta didiknya?

1.3  Manfaat
Adapun manfaat dari wawancara ini adalah :
·         Memberikan sumbangan ilmu kepada guru-guru lainnya dan kepada mahasiswa yang mengambil mata kuliah Paedagogi
·         Sebagai bahan referensi pengalaman mengajar dari guru professional



BAB 2
HASIL WAWANCARA

2.1 Identitas Guru
·           Nama                           : Abdul Hamidran, M.pd
·           Umur                           : 29 Tahun
·           Pengalaman mengajar  : 8 Tahun
·           Guru pelajaran             : Biologi

2.2 Keterangan Wawancara
·         Tempat                        : Kediaman Bapak Hamidran
·         Tanggal                       : Minggu, 7 april 2013
·         Waktu                         : 13.30 wib



2.3 Hasil Wawancara
Bagaimana pandangan anda tentang pendidikan?
Pendidikan adalah bagaimana cara seseorang dalam memberikan atau mengajarkan seseuatu kepada setiap anak sesuai dengan kebutuhannya masing-masing.
Menurut anda,bagaimana pendidikan yang baik itu?
Pendidikan yang baik adalah pendidikan yang dapat membantu peserta didik dalam mengembangkan bakat sehingga para peserta didik dapat lebih mudah mencapai cita-cita dan memiliki skill dalam kehidupan.
Menurut anda, bagaimana pendidikan di Indonesia?
Masih banyak yang harus diperbaiki seperti :
1.       muatan kurikulum yang terlalu banyak
2.      Pendidikan belum spesifik terhadap bakat anak
3.      Pelaksanaan pendidikan banyak yang kaku
4.      Pendidikan belom merata di setiap daerah, termasuk perbatasan dan pelosok
Apa yang akan anda lakukan dalam menghadapai permasalahn tersebut?
Saya akan berusaha menjalanjkan tugas dengan sebaik mungkin dan selalu berusaha agar para siswa terbuka dalam belajar.

Apa yang menjadi motivasi anda sebagai seorang guru?
Yang menjadi motivasi saya dalam mengajar adalah karena saya adalah seorang sarjana pendidikan berarti saya harus benar-benar menjadi seorang pendidik yan baik dan profesional. Amin.

Strategi apa yang anda gunakan dalam mengajar?
·         Cooperative learning, dengan berdiskusi semua siswa dapat mengemukakan pendapat masing-masing
·         Problem base learning, dengan mengaitkan terhadap masalah-masalah dalam kehidupan diharapkan peserta didik lebih tertarik membahas masalah-masalah tersebut yang berkaitan dengan materi pelajaran
·         Contextual teaching and learning (CTL), setiap pembelajaran dikaitkan dengan konteks aslinya sehingga siswa lebih tertarik dan tidak abstrak dalam mempelajari suatu materi
Menurut anda, bagaimana kriteria seorang guru yang baik?
Menurut saya guru yang baik harus :
·         Memiliki disiplin ilmu yang baik
·         Memahami perkembangan dan perbedaan siswa
·         Memiliki jiwa pendidik
·         Dapat menjadi teladan sekaligus teman/orang tua bagi siswa
Apa yan menjadi prinsip dasar anda dalam mengajar?
Disiplin, anak dapat menerima dan mengerti apa yang saya ajarkan, memberikan ketenangan dalam belajar.
Bagaimana pandanan anda terhadap peserta didik?
Menurut saya peserta didik yang saya hadapi kurang memiliki kesadaran akan pentingnya ilmu pengetahuan. Ini dapat saya lihat dari kepedulian mereka dalam belajar. Kebanyakan siswa tidak bisa memfilter diri dari perkembangan zaman, sehingga lebih banyak menggunakan HP, Tablet yang dipakai sebagai media dalam belajar.
Bagaimana cara anda menghadapi pesrta didik yang sulit dikendalikan (dalam arti lain bandel)?
Ada beberapa hal yang saya lakukan seperti :
·         Menegur dengan baik dan sbar
·         Memanggil dan berbicara face to face
·         Menasehati
·         Mengadakan diskusi dengan orang tua peserta didik


BAB 3
PEMBAHASAN

3.1 Kualitas Guru yang Baik
Menurut  Prof. Dr. Sudarwan Danim, Top 10 kualitas guru yang baik, yaitu:
·         Confidence
Guru yang baik tetap memiliki kepercayaan diri, meskipun sesekali merasakan kemunduran. Guru yang baik menghadapi semua situasi dan waktu yang bisa saja dianggapnya sebagai kemunduran. Guru yang percaya diri juga tidak menyalahkan kesalahan yang dilakukannya, tetapi menyadari kesadarannya karena guru juga manusia biasa.
Bapak Hamidran sangat percaya diri,dapat dilihat dari cara beliau memberikan jawaban atas pertanyaan yang disampaikan.

·         Patience
Guru yang sabar adalah yang mampu menghadapi sesuatu yang sebenarnya bukan lagi tugas utamanya. Guru tersebut bersedia terus menjelaskan sampai siswa mengerti yang disampaikannya. Guru yang baik bersedia melakukan apa yang perlu dilakukan, tidak peduli berapa lama waktu yang dibutuhkan.
            Bapak hamidran merupakan salah satu guru yang sabar karena beliau tidak merasa terganggu kitika saya berkunjung untuk memwawancarinya di hari minggu. Dan kesebarannya juga bisa terlihat ketika iya menjwab pertanyaan “Bagaimana cara anda menghadapi pesrta didik yang sulit dikendalikan (dalam arti lain bandel)?”.

·         True Compassion for Students
Memiliki rasa kasih sayang yang tulus pada siswa merupakan salah satu kriteria. Guru terbaik peduli dengan siswanya secara individu, baik di dalam dan di luar kelas.
           Seperti yang disebutkan di dalam wawancara, pak Hamidran mengatakan bahwa seorang guru yang baik harus dapat menjadi teladan sekligus teman/orang tua siswa, hal tersebut menunjukkan rasa kasih yang tulus dari beliau.

·         Understanding
Guru yang baik memiliki pemahaman yang benar tentang konsep mengajar atau mendidik. Mereka tidak memiliki teknik yang kaku demi kemudahan dan kelancaran pembelajaran siswa. Siswa menghendaki guru yang memperlakukan mereka sebagai manusia, bukan hanya sebagai siswa semata.
        Dari strategi mendidik yang disebutkan pak Hamidran di awal, jelas sekali beliau paham bahwa mendidik atau mengajar bukan hanya memberikan ilmu kepada siswa, membuat siswa paham dan mengaplikasikan ilmunya, tetapi juga memberikan bimbingan agar siswa menjadi individu yang lebih berkualitas di kehidupannya.

·         The Ability to Look at Life in a Different Way
Kemampuan melihat kehidupan dengan cara yang berbeda dan menjelaskan topic dengan cara yang berbeda. Hal ini karena tidak semua siswa dapat menyerap materi seperti yang diajarkan oleh setiap guru sama tepat.
            Menurut pak Hamidran seorang guru yang baik harus mampu memahami perkembangan dan perbedaan dari peserta didik,itu mnunjukkan pak Hamidran mampu menjelaskan topik dengan cara yang berbeda-beda

·         Dedication to excellence
Dedikasi guru untuk mencapai keunggulan bagi siswanya dan dirinya sendiri.
            Jelas sekali pak Hamidran  berdedikasi kepada keunggulan bagi dirinya dan siswanya. Dapat terlihat dari jawaban beliau yang mengatakan bahwa beliau akan berusaha menjalanjkan tugas dengan sebaik mungkin dan selalu berusaha agar para siswa terbuka dalam belajar.

·         Unwavering Support
Guru yang baik akan teguh dalam memberikan dukungan kepada siswanya. Mereka mendorong siswa-siswa yang mungkin kurang mampu untuk tetap berprestasi.
Pak Hamidran memiliki prinsip dasar disiplin, anak dapat menerima dan mengerti apa yang saya ajarkan, memberikan ketenangan dalam belajar. Menunjukkan beliau teguh dalam memberikan dukungan pada siswanya.

·         Willingness to Help Student Achieve
Kesediaan guru untuk membantu siswa berprestasi. Guru tsb tahu bahwa berprestasi tidak hanya berhasil dalam mencapai nilai tertinggi, tetapi bagaimana manfaatnya dalam kehidupan.
            Dari definisi pendidikan yang disampaikan pak Hamidran sendiri  jelas bahwa beliau ingin siswanya berprestasi untuk kepentingan hidup siswa itu sendiri.

·         Pride in Student’s Accomplishments
Bangga akan prestasi siswanya. Hal itu menjadi kehormatan baginya telah membantu siswanya berprestasi.
Saat wawancara,pak Hamidran juga menceritakan siswa-siswinya yang mampu melanjutkan kuliah di Universitas top di Indonesia. Hal ini menunjukkan dia bangga akan kualitas yang dimiliki murid-muridnya.

·         Passion for Life
Guru yang baik tidak hanya tertarik pada bidang tugasnya, namun juga bersemangat tetang hal lainnya. Mereka menghadapi tugas sebagai tantangan, bukan rutin semata.
Saya tidak menemukan data yang mendukung pada kriteria ini.

BAB 4
KESIMPULAN

·         Bapak Hamidran merupakan seorang guru yang termasuk dalam top 10 kriteria guru yang baik
·         Bapak Hamidran memiliki 9 kriteria dari 10 yang di paparkan oleh Prof. Dr. Sudarwan Danim
·         Pendekatan yang digunakan Bapak Hamidran dalam mengajar adalah memusatkan pembelajaran kepada siswa
·         Bagi pak Hamidran, keberhasilan seorang siswa menjadi kebanggaan buat dirinya
·         Bapak Hamidran merupakan seorang pendidik yang sangat mengerti tentang disiplin ilmu, dan cara mengajar yang baik.
BAB 5
TESTIMONI & SARAN

5.1  Testimoni
            Bagi saya,tugas kali ini merupakan pengalaman yang luar biasa, dengan adanya tugas kali ini saya jadi lebih meengerti kenapa seseorang mau menjadi seorang guru atau pendidik. Alhamdulillah semua proses wawancara berjalan lancar. Tidak ada kendala sama sekali. Dan semoga dengan tugas ini dapat membuka pikiran saya dan kita semua betapa pentingnya jasa dari seorang guru.

5.2  Saran
            Saran saya mungkin tugas ini tidak hanya menjadi tugas individu,tetapi juga kelompok. Dan juga tidak hanya mewawancarai guru,tetapi juga yang lain seperti murid atau bahkan orang tua murid dll.


BAB 6
DAFTAR PUSTAKA

Danim, S.  & Khairil. 2010. Pedagogi, Andragogi, dan Heutagogi. Bandung : Alfabeta