Minggu, 05 Mei 2013

LAPORAN OBSERVASI


KELOMPOK 10
MUHAMMAD RAJIEF     11-117

PENDAHULUAN

Latar Belakang
Mengajar merupakan seni dan ilmu mentransformasikan bahan ajar kepada peserta didik pada situasi dan dengan menggunakan media tertentu. Ilmu mengajar bisa dipelajari di mana pun, dan kapan pun, baik individual, kelompok, maupun dilembagakan. Seni mengajar hanya terlihat ketika interaksi pembelajaran berlangsung. Pembelajaran, seperti halnya pertanian dan penyembuhan adalah seni kerja sama yang membantu alam melakukan apa yang dapat dilakukannya sendiri, meski tidak mungkin selalu baik hanya dengan itu.
Pedagogi tidak hanya berbicara mengenai seni dan ilmu mengajar, melainkan juga mendorong banyak orang untuk melakukan redesain dan pemahaman ulang atas bagaimana menggunakannya untuk merumuskan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan siswa dan kebutuhan zaman. Pedagogi tidak sekedar harus dipahami, melainkan juga bagaimana cara mengaplikasikannya.
Pada proses pengajaran kami kali ini,kami mengambil tema mengenai belajar bahasa inggris.kami mengambil tema tersebut karena pada zaman sekarang bahasa inggris merupakan hal yang sangat penting pada system pendidikan di Indonesia.  Ada beberapa hal yang kami lakukan terkait dengan pedagogi abad 21,  dimana kami mengajarkan mereka menggunakan modul agar lebih mudah di pahami oleh peserta didik. Kami juga menyuruh mereka untuk menggambar dan memberikan nama pada gambar tersebut dan juga memberikan kalimat sesuai dengan apa yang kami ajarkan sebelumnya agar dengan mudah mereka memahami pembelajaran tersebut.

Tujuan
·         Untuk memenuhi kebutuhan dan kewajiban dalam mengerjakan tugas mata kuliah pedagogi
·         Untuk menambah pengalaman dalam proses belajar mengajar
Manfaat
Dapat menjadi referensi baik bagi mahasiswa, guru, dosen atau siapa saja mengenai proses atau seni mengajar
LANDASAN TEORI
PEDAGOGI PRAKTIS ABAD 21

Pedagogi Progresif
Meski pedagogi secara definisi tidak pernah berubah, kajian terasa terus kontekstual sesuai dengan perjalanan sejarah peradaban pendidikan. Ketika memasuki abad ke-21, banyak orang tertarik untuk mendiskusikan pedagogi, bahkan diberi nama pedagogi abad ke-21 yang dikenal juga sebagai pedagogi progresif.
Diskusi mengenai pedagogi memang memunculkan pertaruhan, ketiga generasi lanjutan menjadi pertaruhannya. Pedagogi yang abstrak itu harus mampu menjelmakan sesuatu menjadi sesuatu yang konkret. Pedagogi tidak sekedar harus dipahami, melainkan juga bagaimana cara mengaplikasikannya. Pemikiran inilah yang kemudian melahirkan apa yang disebut sebagai pedagogi praktis.

Ilmiah dan Praktis
Sebagai ilmu atau teori dan seni atau praktik mengajar, pedagogi termasuk dalam kategori “pengetahuan pedagogis formal” dan “pengetahuan pedagogis vernakular” (McNamara, 1991). Pedagogi formal bermakna pedagogi teoritis atau ilmiah, sedangkan pedagogi vernakular merupakan kata lain dari pedagogi praktis. Pedagogi formal merupakan upaya mengembangkan prinsip-prinsip dan teori-teori pedagogi yang efektif melalui penelitian yang sistematis, lebih abstrak dan lebih umum dari pedagogi vernacular atau pedagogi praktis.
Menurut Carpenter (2001) ada dua fungsi penelitian pedagogis. Pertama, untuk menghasilkan pengetahuan baru tentang pengajaran dan pembelajaran. Kedua, untuk memungkinkan guru atau pendidik memahami, menjelaskkan, membela, membenarkan, dan bila perlu memodifikasi pedagogi. Secara sadar atau tidak sadar, guru juga menjadi peneliti. Karena didalam tugas-tugas praktis mereka, selalu muncul pengalaman baru, yang jika waktu memungkinkan dapat menambah khasanah baru bagi perbaikan pengajaran mereka. Meski demikian, tidak semua guru dapat menimba pengalaman baru selama menjalani proses pembelajaran, dengan bebrapa alasan :
·         Informasi yang berlebihan
·         Kurangnya waktu untuk berbagi pengetahuan
·         Tidak menggunakan teknologi untuk berbagi pengetahuan secara efektif
·         Kesulitan menangkap pengetahuan yang diperoleh
·         Adanya pengekangan terhadap kreativitas

Studi Sistematik
Studi sistematik kepedagogian erat kaitannya dengan penerapan pedagogi. Untuk membangun dan memperkuat keterhubungan itu perlu menelaah kaitan antara pedagogi praktis dan ilmiah serta antara pedagogi dan standar professional guru. Menurut Youth dan Lucas (1999) menjadi sngat penting bahwa profesi guru mengembangkan pendekatan sendiri untuk spesialisasi professional di bidang pedagogi. Satu kerangka kerja yang dimungkinkan oleh guru dapat mengembangkan pendekatan mereka sendiri untuk pedagogi, disarankan oleh Hallam dan Ireson (1999) seperti berikut ini.
·         Pertimbangan tujuan pendidikan dan nilai-nilai yang mendukung pengajaran
·         Pengetahuan tentang teori belajar
·         Pengetahuan tentang konsep-konsep yang berbeda dari mengajar
·         Pengetahuan tentang model pengajaran dan pembelajaran dan interaksi dinamis karakteristik siswa, karakteristik lingkungan belajar, tuntutan tugas, proses pengajaran dan pembelajaran, dan berbagai jenis pembelajaran
·         Memahami bagaimana pedagogi dapat dioperasikan di dalam kelas
·         Pengetahuan dan keterampilan untuk mengevaluasi praktik, penelitian, dan teori yang berkaitan dengan pendidikan.



PELAKSANAAN

 Perencanaan tugas observasi
1.       Tema : belajar bahasa inggris
2.       Hari dan tanggal : sabtu, 6 april 2013
3.       Tempat : rumah Okto (Jl. Balam 36A)
4.       Peserta : 5 orang
5.       Alat dan bahan :
·         Pensil (5 buah)
·         Pensil mewarnai
·         Penghapus (5 buah)
·         Rautan (5 buah)
·         Kertas
·         Modul
·         Kamera
·         laptop
·         Reward (coklat &minuman)
·         Meja
·         Kursi

6.       Proses pengajaran :
·         Perkenalan
·         Penjelasan seputar bahasa inggris (simple present tense)
·          Menggambar dan mewarnai
·         Bercerita mengenai hasil yang peserta gambar





Winda  sebagai pengajar 1
Okto sebagai pengajar 2
Rajief sebagai dokumenter

HASIL

ketika sampai pada hari pelaksanaan tugas,ada beberapa hal yang tidak sesuai dengan perencanaan kami, yaitu dimana peserta didik yang harusnya dalam perencanaan kami berjumlah 5 orang, hanya 2 orang yang hadir. Kedua pesrta didik itu bernama Febby dan Aga.  Walaupun awalnya sedikit agak sulit untuk meberikan pengajaran kepada mereka, tapi kami berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkan hasil terbaik.
Pertama, pengajar meminta peserta didik untuk menggambar objek kesukaan mereka. Febby menggambar seekor tikus (jerry) dan aga menggambar pesawat tempur. Ketika diminta menggambar, febby langsung menggambar,tapi tidak dengan aga. Pada awalnya aga tidak tahu ingin menggambara apa, ketika di Tanya dia menyukai apa,dia mengatakan dia menyukai pesawat, tetapi dia tidak bisa menggambarkannya. Kemudian okto memberikan sebuah contoh gambar pesawat kepada aga, kemudia aga mulai menggambar.
Setelah selesai menggambar, peserta didik diminta untuk menceritakan gambar mereka, setelah selesai menceritakan, kemudian pengajar menjelaskan sedikit seputar bahasa bahasa inggris, yaitu mengenai simple present tense.









Dari sisi peserta didik :

Aga
-          Ketika perkenalan iya menunduk dan menggelengkan kepala
-          Ketika diberi penjelasan matanya memandang lurus kea rah pengajar, sesekali dia menggaruk kepalanya
-          Ketika ditanya dia menyukai gambar apa, dia mengatakan bahwa dia menyukai pesawat
-          Ketika disuruh menggambar hal disukainya tersebut, dia tidak mau,namun ketika diberi gambar pesawat, dia mulai menggambar
-          Ketika menggambar, sesekali dia menempelkan pensil didagunya
-          Dia juga mengibas-ngibaskan kertasnya
-          Ketika selesai menggambar,dia berjalan kesana kemari,sesekali dia melihat keluar rumah melalui jendela
-          Ketika dia diminta untuk menceritakan, dia menggelengkan kepalanya

Febby
-          Ketika perkenalan, dia bersembunyi di belakang winda sambil mengintip
-          Ketika diberi penjelasan, matanya serius memperhatikan sambil tersenyum
-          Ketika ditanya dia menyukai gambar apa,dia mengatakan bahwa dia menyukai Jerry (tikus pada kartun tom&jerry) dan dia mengatakan tidak menyukai Tom
-          Ketika disuruh menggambar hal yang disukainya tersebut, dia langsung mengambil pensil
-          Ketika dia diminta untuk menceritakan gambarnya, dia menggelengkan kepala sambil tersenyum, namun kemudian dia menceritakannya


Dari sisi pengajar :

Winda
-          Sedikit tersenyum ketika mengajar
-          Sesekali badan winda bergerak kekiri dan kekanan
-          Tangan winda lebih aktif bergerak ketika mengajar

Okto
-          Membujuk aga dengan mengelus kepala Aga
-          Sesekali okto mencubit pipi Aga
-          Duduk di samping Aga

Rajip
-          Mendokumentasi proses pengajaran dengan memgang kamera
-          Berjalan kesana kemari
-          Mempersiapkan sarana dan prasarana

Interpratasi
Meskipun  pada awalnya kedua anak malu-malu, namun pada akhirnya mereka mengikuti proses belajar dengan baik. Terlihat mereka sedikit kebingungan dengan materi yang di sampaikan, terutama aga dimana dia beberapa kali menggaruk kepalanya. Namun lain halnya dengan febby dia seperti sudah memahami materi tersebut dimana dia tersenyum ketika di beri penjelasan.

EVALUASI
Harus kami akui, kami kurang persiapan dan pengalaman dalam melaksanakan tugas observasi kami kali ini. Banyak hal yang tidak sesuai dengan rencana kami. Di antaranya jumlah peserta didik yang  seharusnya berjumlah 5 hanya 2 yang hadir. Proses pengajaran yang tidak sesuai rencana,seharusnya dalam proses pengajaran, penjelasan seputar bahasa ingrris di adakan di awal, namun karena beberapa kendala, penjelasan kami lakukan di akhir. Dari sisi peserta didik, mereka juga kurang siap dalam menerima proses pembelajaran, seperti aga yang sangat sulit sekali untuk di ajak bekerja sama dalam proses pembelajaran. Sulit sekali membujuk dia untuk ikut proses belajar kali ini.

TESTIMONI
RAJIEF
Tugas kali ini sangat sulit bagi kami, karena kami kurang mempersiapkan diri, kami juga kurang berpengalaman dalam tugas kami kali ini. Tapi tugas kali ini cukup merangsang imajinasi dan pandangan kami tentang apa yang akan kami lakukan di masa yang akan dating.

WINDA
Kegiatan observasi dan pembelajaran ini menguras waktu, tenaga, dan pikiran bahakan emosi. Namun, pengalaman dan pelajaran yang saya dapatkan dari proses ini tidak ternilai harganya. Saya belajar tentang kesabaran bahwa walaupun kita sudah membuat rencana yang matang tidak akan selalu mudah untuk mengaplikasikannya secara nyata. Apalagi kalau terdapat beberapa rencana yang belum matang akan menjadi lebih sulit. Saya kini menyadari, mengajar adalah pekerjaan yang sulit. Namun dengan belajar dan terus belajar, mengajar akan memasuki jiwa saya (ceile :p). Saya mau mengajar lagi !! \(^o^)/

OKTO

Tugas yang menyenangkan sekaligus menegangkan, karena sejujurnya saya tidak terlalu menyukai anak anak. ada waktunya mereka menyenangkan, ada juga yang tidak, saya takut tidak mampu menghandle mood mereka atau memebuat mereka bosan. cukup beralasan karena rencana kami juga berantakan dengan tidak hadirnya 3 anak lagi. tapi itu yg terbaik yang bisa kami berikan saat ini, yang saya pikir cukup memuaskan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar