Sabtu, 26 Oktober 2013

Testimoni UTS Kreativitas

saya merasa resah ketika di hari sabtu pagi belum mendapatkan soal,sedangkan teman-teman yang lain sudah mendapatkan soal, bahkan sudah mengerjakan lebih dari satu soal.suatu kesalahan telah saya buat ketika saya sangat terlambat mengkonfirmasi kepada dosen pengampu. hasil nilai uts ini juga membuat saya sedikit kecewa pada diri saya sendiri, karena tidak sesuai dengan apa yang saya harapkan, karena nilai saya termasuk yang paling rendah di banding teman-teman lainnya. mungkin jawaban saya tidak sekreatif teman-teman lainnya. tp saya bisa terima, karena ini merupakan konsekuensi dari yang telah saya kerjakan.
saya mengucapkan terima kasih banyak kepada buk Dina selaku dosen pengampu matakuliah ini, karena beliau telah memberikan warna berbeda pada uts kali ini, karena menurut saya uts di dalam kelas itu sangatlah membosankan.
semoga kedepannya, baik saya, teman-teman, dan dosen pengampu jadi lebih baik lagi.
terima kasih.

Rabu, 23 Oktober 2013

Konsep Performa Kreativitas

Kelompok 7



Dalam rangkan menyelesaikan tugas akhir pada mata kuliah kreativitas, kami dari kelompok 7 ingin menampilkan sesuatu yang mudah-mudahan dapat dinikmati oleh teman-teman. Awalnya kami sedikit kesulitan dalam menemukan ide. Namun, kami terinspirasi dari sebuah video berjudul "exogenesis symphony part 3". Dimana dari video itu muncul sebuah ide dimana kami akan membuat sebuah penampilan kecil-kecilan atau bisa disebut miniatur pertunjukkan.
jika dikaitkan dengan teori 4P, kami memiliki pribadi yang cukup kreatif. Sebelum ide ini muncul, banyak ide-ide lain yang terfikir oleh kami. Awalnya kami sempat frustasi, karena ide-ide yang kami dapatkan sebelumnya terlalu biasa menurut kami. Kami juga tidak terlalu yakin dengan ide ini, namun karena adanya press atau dorongan membuat kami semakin yakin. Kami melihat konsep teman-teman lain cukup bagus, sehingga membuat kami tidak mau kalah. Bukan hanya itu, target nilai A yang kami kejar dari matakuliah ini memenjadi motivasi tersendiri buat kami. Dari situlah muncul proses dimana kami mencoba berfikir lebih kreatif lagi. Dengan alat dan bahan yang sederhana, kami mencoba menampilkan sesuatu yang menarik. Dan kami menghasilkan sebuak konsep ini sebagai produknya. Bukan hanya itu, penampilan nanti akan menjadi puncak produk dari apa yang telah kami fikirkan.

judul : exogenesis symphony part 3
alat dan bahan : 
  • laptop
  • proyektor
  • kardus
  • karton
  • benang
  • gunting 
  • lem
  • pensil
  • pensil warna
  • spidol
  • kertas
biaya : karton Rp. 2000 x 5 buah = Rp. 10.000

konsep :
kami akan menampilkan sebuah hiburan diatas panggung kecil yang terbuat dari kardus. Kami akan menampikan band papan atas dunia yaitu "muse" dalam bentuk miniatur yang terbuat dari karton. Miniatur-miniatur ini kami gerakkan dengan benang. Dibelakang panggung kecil ini, kami akan menampilkan cuplikan atau gambar untuk lebih memperjelas maksud dan makna lagu tersebut. Tapi sebelum "muse" tampil, kami akan menayangkan sebuah video yang menginspirasi kami, agar teman-teman juga lebih memahami apa yang kami tampilkan.

Rabu, 25 September 2013

José Mourinho

Lahir dari keluarga yang sangat lekat dengan tradisi sepakbola, Jose Mourinho kecil terbiasa menghadiri pertandingan akhir pekan ayahnya yang seorang pesepakbola profesional. Hingga berusia remaja Jose Mourinho bahkan mengikuti sang ayah sebagai pelatih dan mulai mengamati setiap pertandingan yang diikutinya.

Ibunya pernah mengirim Mourinho ke Sekolah Bisnis namun di hari pertama bahkan Ia sudah mengundurkan diri dengan alasan ingin konsentrasi di bidang olahraga. Akhirnya pelatih yang juga akrab disapa Mou ini mendapatkan gelar Diploma di bidang Ilmu Olahraga dari Technical University of Lisbon, patut dicatat bahwa Mou mendapatkan gelarnya dengan nilai yang memuaskan.

Mantan pelatih Timnas Skotlandia Andy Roxburgh pernah berkomentar bahwa Mourinho muda adalah sosok yang sangat dominan dan sangat mendetail terhadap hal kecil disekitarnya. Hasilnya figur seorang Jose Mourinho dianggap oleh banyak orang sebagai salah seorang pelatih terbaik sepanjang masa dengan apa yang telah dilakukannya di dunia sepakbola.

Sebagai pelatih karir Mou dimulai saat Ia menjadi penerjemah Sir Bobby Robson yang kala itu melatih Sporting Lisbon. Disini bahkan Mourinho sudah terbiasa berdiskusi mengenai taktik dan metode kepelatihan dengan sang pelatih, suatu hal yang sangat jarang terjadi. Saat Robson dipecat Mou juga mengikutinya pindah ke FC Porto hingga akhirnya berlabuh di Barcelona dimana Ia sangat dikenal sebagai penerjemah saat konferensi pers.

Selepas Robson pergi dari Barcelona Mou kembali menimba ilmu dari Louis Van Gaal dengan gaya total football yang rapi dan sangat dominan, kebalikan ketika Ia belajar taktik defensif dan direct-man ala Robson, Van Gaal meraih dua gelar La Liga di dua musim pertamanya dan berujar bahwa Mou lebih dari seorang asisten baginya.

Januari 2002 Mou melatih FC Porto dan bersama klub asal Utara Portugal ini Mou meraih gelar Treble, pelatih kedua setelah Ferguson dengan tiga gelar prestisius yakni Juara Liga, Piala Liga serta Liga Champions Eropa. Selanjutnya tahun 2004 Mou bertualang ke Inggris bersama Chelsea yang saat itu memang sangat menginginkan gelar.

Selama 3 tahun bersama the Blues, Mou memberikan tak kurang dari enam gelar termasuk dua kali juara Liga Inggris dan satu Piala FA, pada masa ini Chelsea muncul sebagai pesaing the Big Four di Liga Inggris serta mematahkan dominasi tim kuat seperti Arsenal, MU dan Liverpool.

Mengundurkan diri dari Chelsea, Mou kembali memberikan rekor dengan gelar treble pertama bagi klub asal Italia, Inter Milan. Mourinho menjadi sosok yang sangat dicintai oleh publik San Siro dengan segala atribut yang dimilikinya. Sebuah pemandangan dramatis yang banyak disiarkan oleh televisi sesaat setelah Mou memenangkan Liga Champions dimana Mou menangis dan memeluk Marco Matterazzi memberikan kesan yang mendalam bagi suporter Inter Milan. Hal yang menarik bahwa di final Liga Champions Mou mengalahkan pasukan gurunya terdahulu Louis Van Gaal dengan menghantam Bayern Muenchen 2-0.

Mourinho juga tidak lepas dari kontroversi yang juga membuatnya semakin dikagumi. Ia menjuluki dirinya sebagai the Special One atau bahkan Mou mogok bicara kepada awak media. Banyak yang menyebut Mourinho dengan sangat jenius memanfaatkan situasi ini, di satu sisi mungkin Ia diincar oleh media bahkan jadi bulan-bulanan namun disisi lain Ia bisa melindungi privasi dan konsentrasi anak asuhnya jelang pertandingan atau perebutan gelar.

Hasilnya Mou bisa menjinakkan hegemoni pemain bintang dan yang terpenting Ia sudah meraih berbagai gelar pretisius bersama klub besar Eropa. Saat ini petualangan Mou bersama Madrid yang dimulai pada Mei 2010 akan menjadi pertaruhan yang menarik karena Mou digadang-gadang akan meraih kesuksesan sebagaimana biasanya.


KESIMPULAN

jose mourinho merupakan salah satu tokoh kreatif yang memiliki pendekatan 4P. dimana bisa kita lihat bahwa jose mourinho memiliki pribadi yang khas atau bisa dikatakan dia memiliki pribadi yang betul-betul mencintai olahraga terutama sepakbola. pribadinya juga didorong oleh lingkungannya dimana ayahnya juga merupakan pesepakbola profesional. dalam prosesnya, mourinho memiliki pengalaman yang luarbiasa karena dia mengasah kreativitasnya dalam berolahraga ataupun bisa dibilang, dia mengasah kemampuan melatih sepak bolanya dengan belajar dari pelatih-pelatih yang juga merupakan legenda dunia. adanya faktor-faktor tadi membuat jose menghasilkan berbagai macam prestasi dan rekor dunia. sehingga bisa dikatakan jose merupakan tokoh dunia yang memiliki kreativitas luarbiasa.

PENDEKATAN 4 P DALAM PENGEMBANGAN KREATIVITAS



Mengapa kreativitas begitu bermakna dalam hidup? Mengapa kreativitas perlu dipupuk sejak dini dalam diri anak didik?
Pertama, dengan berkreasi orang dapat mengaktualisasikan dirinya, dan aktualisasi diri merupakan kebutuhan pokok pada tingkat tertinggi dalam hidup manusia (Maslow,1967). Kreatifitas merupakan manifestasi dari individu yang berfungsi sepenuhnya.
Kedua, kreatifitas sebagai kemampuan untuk melihat bermacam-macam kemungkinan penyelesaian terhadap suatu masalah, merupakan bentuk pemikiran yang sampai saat ini masih kurang mendapat perhatian dalam pendidikan (Guildford,1967).
Ketiga, bersibuk diri secara kreatif tidak hanya bermanfaat tetapi juga memberikan kepuasan kepada individu.
Keempat, kreativitaslah yang memungkinkan manusia meningkatkan kualitas hidupnya.
Banyak sekali teori yang berusaha menjelaskan pembentukkan kepribadian yang kreatif, diantaranya teori psikoanalisis dan teori humanistik.

·         Teori psikoanalisis : pada umumnya teori-teori psikoanalisis melihat kreativitas sebagai hasil mengatasi suatu masalah, yang biasanya dimulai dari masa anak. Pribadi kreatif dipandang sebagai seorang yang pernah mempunyai pengalaman traumatis, yang dihadapi dengan memungkinkan gagasan-gagasan yang disadari dan yang tidak disadari bercampur menjadi suatu pemecahan inovatif dari trauma. Tindakan kreatif mentranformasi keadaan psikis yang tidak sehat menjadi sehat.
·         Teori humanistic : berbeda dari teori psikoanalisis, teori humanistik melihat kreativitas sebagai hasil dari kesehatan psikologis tingkat tinggi. Kreativitas dapat berkembang selama hidup, dan tidak terbatas dalam lima tahun pertama.

Teori tentang press
Kreativitas anak agar dapat terwujud membutuhkan adanya dorongan dalam diri individu maupun dorongan dari lingkungan.
1.       Motivasi untuk kreativitas
Pada setiap orang ada kecenderungan atau dorongan untuk mewujudkan potensinya, untuk berkembang dan menjadi matang, dorongan untuk mengungkapkan dan mengaktifkan semua kapasistas seseorang. Dorongan ini merupakan motivasi primer untuk kreativitas ketika individu membentuk lingkungannya dalam upaya menjadi dirinya sendiri (Roger, dalam Vernon, 1982)

2.       Kondisi Eksternal yang Mendorong Perilaku Kreatif
Menurut Roger dalam psikoterapi, penciptaan kondisi keamanan dan kebebasan psikologis memungkinkan timbulnya kreativitas yang konstruktif.

Teori tentang Proses Kreatif
Pada teori Wallas, proses kreatif meliputi 4 tahap yaitu : (1) persiapan, (2) inkubasi, (3) iluminasi, (4) verifikasi. Tahap pertama, seseorang mempersiapkan diri untuk memecahkan masalah dengan belajar berpikir, mencari jawaban, bertanya kepada orang, dan sebagainya. Pada tahap kedua, tahap dimana individu seakan-akan melepaskan diri untuk sementara dari masalah tersebut, dalam arti bahwa ia tidak memikirkan masalahnya secara sadar, tetapi “menggeramnya” dalam alam pra sadar. Tahap ketiga, timbulnya insight, saat timbulnya inspirasi atau gagasan baru. Tahap keempat, tahap evaluasi dimana kreasi baru tersebut harus diuji terhadap realitas.

Teori Tentang Produk Kreatif
Cropley (1994) menunjukkan hubungan antara tahap-tahap proses kreatif wallas dan produk yang dicapai.ia menekankan bahwa perilaku kreatif memerlukan kombinasi antara ciri-ciri psikologis yang berinteraksi sebagai berikut : sebagai hasil dari berpikir konvergen atau intelengensi, manusia memiliki seperangkat unsure-unsur mental. Jika dihadapkan pada situasi yang menuntut tindakan, individu mengerjakan dan menggabung unsure-unsur mental sampai timbul ‘konfigurasi’. Konfigurasi ini bisa berupa gagasan model, tindakan, cara menyusun kata, molodi, atau bentuk.

Strategi 4P dalam pengembangan kreativitas
Pribadi
Kreativitas adalah ungkapan dari keunikan individu dalam interaksi dengan lingkungannya. Ungkapan kreatif ialah yang mencerminkan orisinalitas dari individu tersebut. Dari ungkapan yang unik inilah dapat diharapkan timbul ide-ide baru dan produk-produk yang kreatif.
Pendorong (Press)
Bakat kreatif sisiwa akan terwujud jika ada dorongan dan dukungan dari lingkungannya, ataupun jika ada dorongan kuat dalam dirinya sendiri untuk menghasilkan sesuatu.
Proses
Untuk mengembangkan kreativitas, anak perlu diberi kesempatan untuk bersibuk diri secara kreatif. Pendidik hendaknya dapat merangsang anak untuk melibatkan dirinya dalam kegiatan kreatif, dengan membantu mengusahakan sarana dan prasarana yang diperlukan. Dalam hal ini yang penting ialah memberi kebebasan kepada anak untuk mengekspresikan dirinya secara kreatif, tentu saja dengan syarat tidak merugikan orang lain dan lingkungannya.
Produk
Kondisi yang memungkinkan seseorang menciptakan produk kreatif yang bermakna ialah kondisi pribadi dan kondisi lingkungannya, yaitu sejauh mana keduanya mendorong seseorang untuk melibatkan dirinya dalam proses kreatif. Dengan dimilikinya bakat dan ciri-ciri pribadi kreatif, dan dengan dorongan untuk bersibuk diri secara kreatif, maka produk kreatif yang bermakna dengan sendirinya akan timbul.

Minggu, 30 Juni 2013

BINASA

pada tahta jiwa berserah
nurani terpasung di bukit angkuh
tuan datang, tuan pergi
aroma amis memercik tubuh
tangkai kamboja meninggi sebayang tubuh

jalan itu gulita
cahaya enggan menitik di ujung tatap
binasa, binasa akan!
di bara penghakiman akhir!

oleh : Liven R

Seuntai Doa

memori itu tangis
tentang arti duka
di musim tak terlupakan...
aku, dia dan mereka
kami!
bukan pertaruhan, tuan!
bukan takdir dari saksi kemurkaan jiwa biadab!

gerimis masih merinai kalbu
ada doa teruntai di terbit-terbenam surya
berbalur kasih di mega cinta
untuk sebuah nurani di setiap nafas...

oleh : Liven R

Diincar Barca, Torres setia Chelsea

Fernando Torres merasa tersanjung dirinya dikait-kaitkan dengan Barcelona di bursa transfer ini. Namun Torres memilih tetap di Chelsea dan membuktikan kemampuannya pada Jose Mourinho.
Kedatangan Mourinho ke Chelsea membuat masa depan Torres mulai dispekulasikan. Ia bersama Demba Ba dinilai tak akan masuk skema permainan Mourinho musim depan.
" saya ingin bertahan di Chelsea. Saya punya kontrak disini, saya ingin bermain di posisi terbaik saya dan saya pikir tidak ada tempat yang lebih baik ( dibanding Chelsea ). Mourinhosudah memenangkan banyak trofi daripada kami semua. Ini adalah tantangan baru dan saya tak sabar menantikannya " ujar Torres di soccernet.


kutipan dari analisa.

Setelah Ini

setelah ini aku akan gegas
menempuh sebagian kota
yang hilang dalam sajakmu
mungkin ada gerbong
kereta yang masih setia
pada setiap stasiun

kata-kata dalam sajakmu
seperti sebuah penjara
tak pernah tanak kubaca
aku menjadi narapidana
di sana

setelah ini
mungkin masih ada sedikit tanda
untuk merenung
pada barisan jalan di lain kota

oleh : Asrina Novianti

wajah bumi

rindu...
ah.., tapi pada apa?
aku gak punya rasa atau cerita
bukankah sudah lama mati lentera gerak
pada raut wajah bumi yang kupaksa retak
jasadku sudah ku kubur hidup-hidup
pada lukamu...
puaskah?
atau masih ada laginya yang mau kau telan?
hahahaha..., kau tahu batangku tak bisa lagi tegak
kau rindu?
pada siapa?

oleh : eka brenta sembiring

Jumat, 07 Juni 2013

bagi saya kuliah online kali ini sedikit membingungkan,koneksi internet yang saya miliki juga kurang mendukung,sehingga saya harus pergi keluar rumah mencari tempat dengan koneksi yang lebih mumpuni. tapi sejujurnya kuliah online kali ini menambah pengetahuan dan pengalaman saya.

5 prinsip utama pria

1. jangan pernah membuat karya yang jelek. kerahkan seluruh daya dan upaya disetiap goresan tinta.
2. jangan pernah mengejar popularitas semu. popularitas sejati adalah yang sanggup mengguncang bumi dan berakar dalam.
3. setinggi apapun kamu berada, jangan pernah merasakan keterikatan pada tempat itu. antara topan, badai dan perdamaian, pilihlah topan badai.
4. apapun yang terjadi,jangan pernah menangisi kekalahan. kekalahan adalah pangkal keberhasilan.
5. setelah menerapkan keempat prinsip tadi, janganlah pernah berpikir kamu yang paling benar. anggap semua orang sebagai guru tempat kamu menimna ilmu.



kutipan komik BAKUMAN karya Tsugumi Ohba & Takeshi Obata

Minggu, 12 Mei 2013

TOP 10 KUALITAS GURU YANG BAIK

1. confidence atau keyakinan diri sendiri. guru yang baik tetap memiliki kepercayaan diri, meski sesekali merasakan kemunduran.
2. patience atau kesabaran. guru terbaik bisa membantu siswa yang mengalami gangguan mental. bukan berarti mereka harus, tetapi mereka begitu sabar, meski bukan lagi menjadi tugas utamanya.
3. true compassion for their students atau memiliki rasa kasih sayang sejati pada siswanya.
4. understanding atau pemahaman. guru yang baik memiliki pemahaman yang benar tentang bagaimana mengajar.
5. the ability to look at life in a different way and to explain a topic in a different way atau kemampuan melihat kehidupan dengan cara yang berbeda dan menjelaskan topik dengan cara yang berbeda.
6. dedication to excellence atau dedikasi untuk keunggulan.
7. unwavering support atau teguh dalam memberi dukungan.
8. willingness to help student achieve atau kesediaan untuk membantu siswa mencapai prestasi.
9. pride in student's accomplishments atau bangga atas prestasi siswa.
10. passion for life atau berairah untuk hidup.

Minggu, 05 Mei 2013

LAPORAN OBSERVASI


KELOMPOK 10
MUHAMMAD RAJIEF     11-117

PENDAHULUAN

Latar Belakang
Mengajar merupakan seni dan ilmu mentransformasikan bahan ajar kepada peserta didik pada situasi dan dengan menggunakan media tertentu. Ilmu mengajar bisa dipelajari di mana pun, dan kapan pun, baik individual, kelompok, maupun dilembagakan. Seni mengajar hanya terlihat ketika interaksi pembelajaran berlangsung. Pembelajaran, seperti halnya pertanian dan penyembuhan adalah seni kerja sama yang membantu alam melakukan apa yang dapat dilakukannya sendiri, meski tidak mungkin selalu baik hanya dengan itu.
Pedagogi tidak hanya berbicara mengenai seni dan ilmu mengajar, melainkan juga mendorong banyak orang untuk melakukan redesain dan pemahaman ulang atas bagaimana menggunakannya untuk merumuskan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan siswa dan kebutuhan zaman. Pedagogi tidak sekedar harus dipahami, melainkan juga bagaimana cara mengaplikasikannya.
Pada proses pengajaran kami kali ini,kami mengambil tema mengenai belajar bahasa inggris.kami mengambil tema tersebut karena pada zaman sekarang bahasa inggris merupakan hal yang sangat penting pada system pendidikan di Indonesia.  Ada beberapa hal yang kami lakukan terkait dengan pedagogi abad 21,  dimana kami mengajarkan mereka menggunakan modul agar lebih mudah di pahami oleh peserta didik. Kami juga menyuruh mereka untuk menggambar dan memberikan nama pada gambar tersebut dan juga memberikan kalimat sesuai dengan apa yang kami ajarkan sebelumnya agar dengan mudah mereka memahami pembelajaran tersebut.

Tujuan
·         Untuk memenuhi kebutuhan dan kewajiban dalam mengerjakan tugas mata kuliah pedagogi
·         Untuk menambah pengalaman dalam proses belajar mengajar
Manfaat
Dapat menjadi referensi baik bagi mahasiswa, guru, dosen atau siapa saja mengenai proses atau seni mengajar
LANDASAN TEORI
PEDAGOGI PRAKTIS ABAD 21

Pedagogi Progresif
Meski pedagogi secara definisi tidak pernah berubah, kajian terasa terus kontekstual sesuai dengan perjalanan sejarah peradaban pendidikan. Ketika memasuki abad ke-21, banyak orang tertarik untuk mendiskusikan pedagogi, bahkan diberi nama pedagogi abad ke-21 yang dikenal juga sebagai pedagogi progresif.
Diskusi mengenai pedagogi memang memunculkan pertaruhan, ketiga generasi lanjutan menjadi pertaruhannya. Pedagogi yang abstrak itu harus mampu menjelmakan sesuatu menjadi sesuatu yang konkret. Pedagogi tidak sekedar harus dipahami, melainkan juga bagaimana cara mengaplikasikannya. Pemikiran inilah yang kemudian melahirkan apa yang disebut sebagai pedagogi praktis.

Ilmiah dan Praktis
Sebagai ilmu atau teori dan seni atau praktik mengajar, pedagogi termasuk dalam kategori “pengetahuan pedagogis formal” dan “pengetahuan pedagogis vernakular” (McNamara, 1991). Pedagogi formal bermakna pedagogi teoritis atau ilmiah, sedangkan pedagogi vernakular merupakan kata lain dari pedagogi praktis. Pedagogi formal merupakan upaya mengembangkan prinsip-prinsip dan teori-teori pedagogi yang efektif melalui penelitian yang sistematis, lebih abstrak dan lebih umum dari pedagogi vernacular atau pedagogi praktis.
Menurut Carpenter (2001) ada dua fungsi penelitian pedagogis. Pertama, untuk menghasilkan pengetahuan baru tentang pengajaran dan pembelajaran. Kedua, untuk memungkinkan guru atau pendidik memahami, menjelaskkan, membela, membenarkan, dan bila perlu memodifikasi pedagogi. Secara sadar atau tidak sadar, guru juga menjadi peneliti. Karena didalam tugas-tugas praktis mereka, selalu muncul pengalaman baru, yang jika waktu memungkinkan dapat menambah khasanah baru bagi perbaikan pengajaran mereka. Meski demikian, tidak semua guru dapat menimba pengalaman baru selama menjalani proses pembelajaran, dengan bebrapa alasan :
·         Informasi yang berlebihan
·         Kurangnya waktu untuk berbagi pengetahuan
·         Tidak menggunakan teknologi untuk berbagi pengetahuan secara efektif
·         Kesulitan menangkap pengetahuan yang diperoleh
·         Adanya pengekangan terhadap kreativitas

Studi Sistematik
Studi sistematik kepedagogian erat kaitannya dengan penerapan pedagogi. Untuk membangun dan memperkuat keterhubungan itu perlu menelaah kaitan antara pedagogi praktis dan ilmiah serta antara pedagogi dan standar professional guru. Menurut Youth dan Lucas (1999) menjadi sngat penting bahwa profesi guru mengembangkan pendekatan sendiri untuk spesialisasi professional di bidang pedagogi. Satu kerangka kerja yang dimungkinkan oleh guru dapat mengembangkan pendekatan mereka sendiri untuk pedagogi, disarankan oleh Hallam dan Ireson (1999) seperti berikut ini.
·         Pertimbangan tujuan pendidikan dan nilai-nilai yang mendukung pengajaran
·         Pengetahuan tentang teori belajar
·         Pengetahuan tentang konsep-konsep yang berbeda dari mengajar
·         Pengetahuan tentang model pengajaran dan pembelajaran dan interaksi dinamis karakteristik siswa, karakteristik lingkungan belajar, tuntutan tugas, proses pengajaran dan pembelajaran, dan berbagai jenis pembelajaran
·         Memahami bagaimana pedagogi dapat dioperasikan di dalam kelas
·         Pengetahuan dan keterampilan untuk mengevaluasi praktik, penelitian, dan teori yang berkaitan dengan pendidikan.



PELAKSANAAN

 Perencanaan tugas observasi
1.       Tema : belajar bahasa inggris
2.       Hari dan tanggal : sabtu, 6 april 2013
3.       Tempat : rumah Okto (Jl. Balam 36A)
4.       Peserta : 5 orang
5.       Alat dan bahan :
·         Pensil (5 buah)
·         Pensil mewarnai
·         Penghapus (5 buah)
·         Rautan (5 buah)
·         Kertas
·         Modul
·         Kamera
·         laptop
·         Reward (coklat &minuman)
·         Meja
·         Kursi

6.       Proses pengajaran :
·         Perkenalan
·         Penjelasan seputar bahasa inggris (simple present tense)
·          Menggambar dan mewarnai
·         Bercerita mengenai hasil yang peserta gambar





Winda  sebagai pengajar 1
Okto sebagai pengajar 2
Rajief sebagai dokumenter

HASIL

ketika sampai pada hari pelaksanaan tugas,ada beberapa hal yang tidak sesuai dengan perencanaan kami, yaitu dimana peserta didik yang harusnya dalam perencanaan kami berjumlah 5 orang, hanya 2 orang yang hadir. Kedua pesrta didik itu bernama Febby dan Aga.  Walaupun awalnya sedikit agak sulit untuk meberikan pengajaran kepada mereka, tapi kami berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkan hasil terbaik.
Pertama, pengajar meminta peserta didik untuk menggambar objek kesukaan mereka. Febby menggambar seekor tikus (jerry) dan aga menggambar pesawat tempur. Ketika diminta menggambar, febby langsung menggambar,tapi tidak dengan aga. Pada awalnya aga tidak tahu ingin menggambara apa, ketika di Tanya dia menyukai apa,dia mengatakan dia menyukai pesawat, tetapi dia tidak bisa menggambarkannya. Kemudian okto memberikan sebuah contoh gambar pesawat kepada aga, kemudia aga mulai menggambar.
Setelah selesai menggambar, peserta didik diminta untuk menceritakan gambar mereka, setelah selesai menceritakan, kemudian pengajar menjelaskan sedikit seputar bahasa bahasa inggris, yaitu mengenai simple present tense.









Dari sisi peserta didik :

Aga
-          Ketika perkenalan iya menunduk dan menggelengkan kepala
-          Ketika diberi penjelasan matanya memandang lurus kea rah pengajar, sesekali dia menggaruk kepalanya
-          Ketika ditanya dia menyukai gambar apa, dia mengatakan bahwa dia menyukai pesawat
-          Ketika disuruh menggambar hal disukainya tersebut, dia tidak mau,namun ketika diberi gambar pesawat, dia mulai menggambar
-          Ketika menggambar, sesekali dia menempelkan pensil didagunya
-          Dia juga mengibas-ngibaskan kertasnya
-          Ketika selesai menggambar,dia berjalan kesana kemari,sesekali dia melihat keluar rumah melalui jendela
-          Ketika dia diminta untuk menceritakan, dia menggelengkan kepalanya

Febby
-          Ketika perkenalan, dia bersembunyi di belakang winda sambil mengintip
-          Ketika diberi penjelasan, matanya serius memperhatikan sambil tersenyum
-          Ketika ditanya dia menyukai gambar apa,dia mengatakan bahwa dia menyukai Jerry (tikus pada kartun tom&jerry) dan dia mengatakan tidak menyukai Tom
-          Ketika disuruh menggambar hal yang disukainya tersebut, dia langsung mengambil pensil
-          Ketika dia diminta untuk menceritakan gambarnya, dia menggelengkan kepala sambil tersenyum, namun kemudian dia menceritakannya


Dari sisi pengajar :

Winda
-          Sedikit tersenyum ketika mengajar
-          Sesekali badan winda bergerak kekiri dan kekanan
-          Tangan winda lebih aktif bergerak ketika mengajar

Okto
-          Membujuk aga dengan mengelus kepala Aga
-          Sesekali okto mencubit pipi Aga
-          Duduk di samping Aga

Rajip
-          Mendokumentasi proses pengajaran dengan memgang kamera
-          Berjalan kesana kemari
-          Mempersiapkan sarana dan prasarana

Interpratasi
Meskipun  pada awalnya kedua anak malu-malu, namun pada akhirnya mereka mengikuti proses belajar dengan baik. Terlihat mereka sedikit kebingungan dengan materi yang di sampaikan, terutama aga dimana dia beberapa kali menggaruk kepalanya. Namun lain halnya dengan febby dia seperti sudah memahami materi tersebut dimana dia tersenyum ketika di beri penjelasan.

EVALUASI
Harus kami akui, kami kurang persiapan dan pengalaman dalam melaksanakan tugas observasi kami kali ini. Banyak hal yang tidak sesuai dengan rencana kami. Di antaranya jumlah peserta didik yang  seharusnya berjumlah 5 hanya 2 yang hadir. Proses pengajaran yang tidak sesuai rencana,seharusnya dalam proses pengajaran, penjelasan seputar bahasa ingrris di adakan di awal, namun karena beberapa kendala, penjelasan kami lakukan di akhir. Dari sisi peserta didik, mereka juga kurang siap dalam menerima proses pembelajaran, seperti aga yang sangat sulit sekali untuk di ajak bekerja sama dalam proses pembelajaran. Sulit sekali membujuk dia untuk ikut proses belajar kali ini.

TESTIMONI
RAJIEF
Tugas kali ini sangat sulit bagi kami, karena kami kurang mempersiapkan diri, kami juga kurang berpengalaman dalam tugas kami kali ini. Tapi tugas kali ini cukup merangsang imajinasi dan pandangan kami tentang apa yang akan kami lakukan di masa yang akan dating.

WINDA
Kegiatan observasi dan pembelajaran ini menguras waktu, tenaga, dan pikiran bahakan emosi. Namun, pengalaman dan pelajaran yang saya dapatkan dari proses ini tidak ternilai harganya. Saya belajar tentang kesabaran bahwa walaupun kita sudah membuat rencana yang matang tidak akan selalu mudah untuk mengaplikasikannya secara nyata. Apalagi kalau terdapat beberapa rencana yang belum matang akan menjadi lebih sulit. Saya kini menyadari, mengajar adalah pekerjaan yang sulit. Namun dengan belajar dan terus belajar, mengajar akan memasuki jiwa saya (ceile :p). Saya mau mengajar lagi !! \(^o^)/

OKTO

Tugas yang menyenangkan sekaligus menegangkan, karena sejujurnya saya tidak terlalu menyukai anak anak. ada waktunya mereka menyenangkan, ada juga yang tidak, saya takut tidak mampu menghandle mood mereka atau memebuat mereka bosan. cukup beralasan karena rencana kami juga berantakan dengan tidak hadirnya 3 anak lagi. tapi itu yg terbaik yang bisa kami berikan saat ini, yang saya pikir cukup memuaskan.

Sabtu, 27 April 2013

PEDAGOGI

Pedagogi yang ditarik dari kata "paid" artinya anak dan "agogos" artinya membimbing atau memimpin. Maka dengan demikian secara harafiah "pedagogi" berarti seni atau pengetahuan membimbing atau memimpin atau mengajar anak. Pedagogi berasal dari kata Yunani "dibayar," yang berarti anak plus "agogos," yang berarti memimpin. Oleh karena itu, pedagogi telah didefinisikan sebagai seni ataupengetahuan membimbing,memimpin atau mengajar anak.  
Karena pengertian pedagogi adalah seni atau pengetahuan membimbing atau mengajar anak maka apabila menggunakan istilah pedagogi untuk kegiatan pelatihan bagi orang dewasa jelas tidak tepat, karena mengandung makna yang bertentangan. Pada awalnya, bahkan hingga sekarang, banyak praktek proses belajar dalam suatu pendidikan yang ditujukan kepada orang dewasa, yang seharusnya bersifat andragogis, dilakukan dengan cara-cara yang pedagogis. Dalam hal ini prinsip-prinsip dan asumsi yang berlaku bagi pendidikan anak dianggap dapat diberlakukan bagi kegiatan pendidikan bagi orang dewasa.  
Namun karena orang dewasa sebagai individu yang sudah mandiri dan mampu mengarahkan dirinya sendiri, maka dalam andragogi yang terpenting dalam proses interaksi belajar adalah kegiatan belajar mandiri yang bertumpu kepada warga belajar itu sendiri dan bukan merupakan kegiatan seorang guru mengajarkan sesuatu (Learner Centered Training / Teaching) 

Minggu, 14 April 2013

HASIL WAWANCARA



BAB 1
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Pendidikan merupakan aspek penting dalam kehidupan manusia. Dalam pendidikan ada yang disebut pengajar, ada pula peserta didik yang diajar. Dengan adanya proses belajar mengajar, manusia mampu memahami sesuatu jauh lebih dalam dan konkrit.
Zaman ini, banyak pemuda pemudi yang tidak sadar betap pentingnya ilmu pengetahuan. Banyak yang sepele terhadap ilmu pengetahuan. Mereka tidak tahu bahwa mereka dapat hidup karena adanya ilmu pengetahuan. Di samping itu, tidak sedikit pengajar atau guru yang melakukan tugasnya semata-mata hanya untuk penghasilan sehari-hari. Semakin meningkat perkembangan zaman, semakin memundurkan pemikiran manusia, khususnya di belahan bumi Indonesia.

1.2  Tujuan
Wawancara ini dilakukan bertujuan untuk mendapatkan data empiris sebagai dasar untuk menjawab pertanyaan:
1        Bagaimana pandangan seorang guru tetntang pendidikan?
2        Bagaimana pendidikan yang baik itu?
3        Bagaimana pendidikan di Indonesia?
4        Apa yang menjadi motivasi seorang guru mengajar?
5        Strategi apa yang di gunakan seorang guru dalam mengajar?
6        Bagaimana kriteria seorang guru yang baik?
7        Bagaimana pandangan seorang guru terhadap peserta didiknya?

1.3  Manfaat
Adapun manfaat dari wawancara ini adalah :
·         Memberikan sumbangan ilmu kepada guru-guru lainnya dan kepada mahasiswa yang mengambil mata kuliah Paedagogi
·         Sebagai bahan referensi pengalaman mengajar dari guru professional



BAB 2
HASIL WAWANCARA

2.1 Identitas Guru
·           Nama                           : Abdul Hamidran, M.pd
·           Umur                           : 29 Tahun
·           Pengalaman mengajar  : 8 Tahun
·           Guru pelajaran             : Biologi

2.2 Keterangan Wawancara
·         Tempat                        : Kediaman Bapak Hamidran
·         Tanggal                       : Minggu, 7 april 2013
·         Waktu                         : 13.30 wib



2.3 Hasil Wawancara
Bagaimana pandangan anda tentang pendidikan?
Pendidikan adalah bagaimana cara seseorang dalam memberikan atau mengajarkan seseuatu kepada setiap anak sesuai dengan kebutuhannya masing-masing.
Menurut anda,bagaimana pendidikan yang baik itu?
Pendidikan yang baik adalah pendidikan yang dapat membantu peserta didik dalam mengembangkan bakat sehingga para peserta didik dapat lebih mudah mencapai cita-cita dan memiliki skill dalam kehidupan.
Menurut anda, bagaimana pendidikan di Indonesia?
Masih banyak yang harus diperbaiki seperti :
1.       muatan kurikulum yang terlalu banyak
2.      Pendidikan belum spesifik terhadap bakat anak
3.      Pelaksanaan pendidikan banyak yang kaku
4.      Pendidikan belom merata di setiap daerah, termasuk perbatasan dan pelosok
Apa yang akan anda lakukan dalam menghadapai permasalahn tersebut?
Saya akan berusaha menjalanjkan tugas dengan sebaik mungkin dan selalu berusaha agar para siswa terbuka dalam belajar.

Apa yang menjadi motivasi anda sebagai seorang guru?
Yang menjadi motivasi saya dalam mengajar adalah karena saya adalah seorang sarjana pendidikan berarti saya harus benar-benar menjadi seorang pendidik yan baik dan profesional. Amin.

Strategi apa yang anda gunakan dalam mengajar?
·         Cooperative learning, dengan berdiskusi semua siswa dapat mengemukakan pendapat masing-masing
·         Problem base learning, dengan mengaitkan terhadap masalah-masalah dalam kehidupan diharapkan peserta didik lebih tertarik membahas masalah-masalah tersebut yang berkaitan dengan materi pelajaran
·         Contextual teaching and learning (CTL), setiap pembelajaran dikaitkan dengan konteks aslinya sehingga siswa lebih tertarik dan tidak abstrak dalam mempelajari suatu materi
Menurut anda, bagaimana kriteria seorang guru yang baik?
Menurut saya guru yang baik harus :
·         Memiliki disiplin ilmu yang baik
·         Memahami perkembangan dan perbedaan siswa
·         Memiliki jiwa pendidik
·         Dapat menjadi teladan sekaligus teman/orang tua bagi siswa
Apa yan menjadi prinsip dasar anda dalam mengajar?
Disiplin, anak dapat menerima dan mengerti apa yang saya ajarkan, memberikan ketenangan dalam belajar.
Bagaimana pandanan anda terhadap peserta didik?
Menurut saya peserta didik yang saya hadapi kurang memiliki kesadaran akan pentingnya ilmu pengetahuan. Ini dapat saya lihat dari kepedulian mereka dalam belajar. Kebanyakan siswa tidak bisa memfilter diri dari perkembangan zaman, sehingga lebih banyak menggunakan HP, Tablet yang dipakai sebagai media dalam belajar.
Bagaimana cara anda menghadapi pesrta didik yang sulit dikendalikan (dalam arti lain bandel)?
Ada beberapa hal yang saya lakukan seperti :
·         Menegur dengan baik dan sbar
·         Memanggil dan berbicara face to face
·         Menasehati
·         Mengadakan diskusi dengan orang tua peserta didik


BAB 3
PEMBAHASAN

3.1 Kualitas Guru yang Baik
Menurut  Prof. Dr. Sudarwan Danim, Top 10 kualitas guru yang baik, yaitu:
·         Confidence
Guru yang baik tetap memiliki kepercayaan diri, meskipun sesekali merasakan kemunduran. Guru yang baik menghadapi semua situasi dan waktu yang bisa saja dianggapnya sebagai kemunduran. Guru yang percaya diri juga tidak menyalahkan kesalahan yang dilakukannya, tetapi menyadari kesadarannya karena guru juga manusia biasa.
Bapak Hamidran sangat percaya diri,dapat dilihat dari cara beliau memberikan jawaban atas pertanyaan yang disampaikan.

·         Patience
Guru yang sabar adalah yang mampu menghadapi sesuatu yang sebenarnya bukan lagi tugas utamanya. Guru tersebut bersedia terus menjelaskan sampai siswa mengerti yang disampaikannya. Guru yang baik bersedia melakukan apa yang perlu dilakukan, tidak peduli berapa lama waktu yang dibutuhkan.
            Bapak hamidran merupakan salah satu guru yang sabar karena beliau tidak merasa terganggu kitika saya berkunjung untuk memwawancarinya di hari minggu. Dan kesebarannya juga bisa terlihat ketika iya menjwab pertanyaan “Bagaimana cara anda menghadapi pesrta didik yang sulit dikendalikan (dalam arti lain bandel)?”.

·         True Compassion for Students
Memiliki rasa kasih sayang yang tulus pada siswa merupakan salah satu kriteria. Guru terbaik peduli dengan siswanya secara individu, baik di dalam dan di luar kelas.
           Seperti yang disebutkan di dalam wawancara, pak Hamidran mengatakan bahwa seorang guru yang baik harus dapat menjadi teladan sekligus teman/orang tua siswa, hal tersebut menunjukkan rasa kasih yang tulus dari beliau.

·         Understanding
Guru yang baik memiliki pemahaman yang benar tentang konsep mengajar atau mendidik. Mereka tidak memiliki teknik yang kaku demi kemudahan dan kelancaran pembelajaran siswa. Siswa menghendaki guru yang memperlakukan mereka sebagai manusia, bukan hanya sebagai siswa semata.
        Dari strategi mendidik yang disebutkan pak Hamidran di awal, jelas sekali beliau paham bahwa mendidik atau mengajar bukan hanya memberikan ilmu kepada siswa, membuat siswa paham dan mengaplikasikan ilmunya, tetapi juga memberikan bimbingan agar siswa menjadi individu yang lebih berkualitas di kehidupannya.

·         The Ability to Look at Life in a Different Way
Kemampuan melihat kehidupan dengan cara yang berbeda dan menjelaskan topic dengan cara yang berbeda. Hal ini karena tidak semua siswa dapat menyerap materi seperti yang diajarkan oleh setiap guru sama tepat.
            Menurut pak Hamidran seorang guru yang baik harus mampu memahami perkembangan dan perbedaan dari peserta didik,itu mnunjukkan pak Hamidran mampu menjelaskan topik dengan cara yang berbeda-beda

·         Dedication to excellence
Dedikasi guru untuk mencapai keunggulan bagi siswanya dan dirinya sendiri.
            Jelas sekali pak Hamidran  berdedikasi kepada keunggulan bagi dirinya dan siswanya. Dapat terlihat dari jawaban beliau yang mengatakan bahwa beliau akan berusaha menjalanjkan tugas dengan sebaik mungkin dan selalu berusaha agar para siswa terbuka dalam belajar.

·         Unwavering Support
Guru yang baik akan teguh dalam memberikan dukungan kepada siswanya. Mereka mendorong siswa-siswa yang mungkin kurang mampu untuk tetap berprestasi.
Pak Hamidran memiliki prinsip dasar disiplin, anak dapat menerima dan mengerti apa yang saya ajarkan, memberikan ketenangan dalam belajar. Menunjukkan beliau teguh dalam memberikan dukungan pada siswanya.

·         Willingness to Help Student Achieve
Kesediaan guru untuk membantu siswa berprestasi. Guru tsb tahu bahwa berprestasi tidak hanya berhasil dalam mencapai nilai tertinggi, tetapi bagaimana manfaatnya dalam kehidupan.
            Dari definisi pendidikan yang disampaikan pak Hamidran sendiri  jelas bahwa beliau ingin siswanya berprestasi untuk kepentingan hidup siswa itu sendiri.

·         Pride in Student’s Accomplishments
Bangga akan prestasi siswanya. Hal itu menjadi kehormatan baginya telah membantu siswanya berprestasi.
Saat wawancara,pak Hamidran juga menceritakan siswa-siswinya yang mampu melanjutkan kuliah di Universitas top di Indonesia. Hal ini menunjukkan dia bangga akan kualitas yang dimiliki murid-muridnya.

·         Passion for Life
Guru yang baik tidak hanya tertarik pada bidang tugasnya, namun juga bersemangat tetang hal lainnya. Mereka menghadapi tugas sebagai tantangan, bukan rutin semata.
Saya tidak menemukan data yang mendukung pada kriteria ini.

BAB 4
KESIMPULAN

·         Bapak Hamidran merupakan seorang guru yang termasuk dalam top 10 kriteria guru yang baik
·         Bapak Hamidran memiliki 9 kriteria dari 10 yang di paparkan oleh Prof. Dr. Sudarwan Danim
·         Pendekatan yang digunakan Bapak Hamidran dalam mengajar adalah memusatkan pembelajaran kepada siswa
·         Bagi pak Hamidran, keberhasilan seorang siswa menjadi kebanggaan buat dirinya
·         Bapak Hamidran merupakan seorang pendidik yang sangat mengerti tentang disiplin ilmu, dan cara mengajar yang baik.
BAB 5
TESTIMONI & SARAN

5.1  Testimoni
            Bagi saya,tugas kali ini merupakan pengalaman yang luar biasa, dengan adanya tugas kali ini saya jadi lebih meengerti kenapa seseorang mau menjadi seorang guru atau pendidik. Alhamdulillah semua proses wawancara berjalan lancar. Tidak ada kendala sama sekali. Dan semoga dengan tugas ini dapat membuka pikiran saya dan kita semua betapa pentingnya jasa dari seorang guru.

5.2  Saran
            Saran saya mungkin tugas ini tidak hanya menjadi tugas individu,tetapi juga kelompok. Dan juga tidak hanya mewawancarai guru,tetapi juga yang lain seperti murid atau bahkan orang tua murid dll.


BAB 6
DAFTAR PUSTAKA

Danim, S.  & Khairil. 2010. Pedagogi, Andragogi, dan Heutagogi. Bandung : Alfabeta