Rabu, 25 September 2013

PENDEKATAN 4 P DALAM PENGEMBANGAN KREATIVITAS



Mengapa kreativitas begitu bermakna dalam hidup? Mengapa kreativitas perlu dipupuk sejak dini dalam diri anak didik?
Pertama, dengan berkreasi orang dapat mengaktualisasikan dirinya, dan aktualisasi diri merupakan kebutuhan pokok pada tingkat tertinggi dalam hidup manusia (Maslow,1967). Kreatifitas merupakan manifestasi dari individu yang berfungsi sepenuhnya.
Kedua, kreatifitas sebagai kemampuan untuk melihat bermacam-macam kemungkinan penyelesaian terhadap suatu masalah, merupakan bentuk pemikiran yang sampai saat ini masih kurang mendapat perhatian dalam pendidikan (Guildford,1967).
Ketiga, bersibuk diri secara kreatif tidak hanya bermanfaat tetapi juga memberikan kepuasan kepada individu.
Keempat, kreativitaslah yang memungkinkan manusia meningkatkan kualitas hidupnya.
Banyak sekali teori yang berusaha menjelaskan pembentukkan kepribadian yang kreatif, diantaranya teori psikoanalisis dan teori humanistik.

·         Teori psikoanalisis : pada umumnya teori-teori psikoanalisis melihat kreativitas sebagai hasil mengatasi suatu masalah, yang biasanya dimulai dari masa anak. Pribadi kreatif dipandang sebagai seorang yang pernah mempunyai pengalaman traumatis, yang dihadapi dengan memungkinkan gagasan-gagasan yang disadari dan yang tidak disadari bercampur menjadi suatu pemecahan inovatif dari trauma. Tindakan kreatif mentranformasi keadaan psikis yang tidak sehat menjadi sehat.
·         Teori humanistic : berbeda dari teori psikoanalisis, teori humanistik melihat kreativitas sebagai hasil dari kesehatan psikologis tingkat tinggi. Kreativitas dapat berkembang selama hidup, dan tidak terbatas dalam lima tahun pertama.

Teori tentang press
Kreativitas anak agar dapat terwujud membutuhkan adanya dorongan dalam diri individu maupun dorongan dari lingkungan.
1.       Motivasi untuk kreativitas
Pada setiap orang ada kecenderungan atau dorongan untuk mewujudkan potensinya, untuk berkembang dan menjadi matang, dorongan untuk mengungkapkan dan mengaktifkan semua kapasistas seseorang. Dorongan ini merupakan motivasi primer untuk kreativitas ketika individu membentuk lingkungannya dalam upaya menjadi dirinya sendiri (Roger, dalam Vernon, 1982)

2.       Kondisi Eksternal yang Mendorong Perilaku Kreatif
Menurut Roger dalam psikoterapi, penciptaan kondisi keamanan dan kebebasan psikologis memungkinkan timbulnya kreativitas yang konstruktif.

Teori tentang Proses Kreatif
Pada teori Wallas, proses kreatif meliputi 4 tahap yaitu : (1) persiapan, (2) inkubasi, (3) iluminasi, (4) verifikasi. Tahap pertama, seseorang mempersiapkan diri untuk memecahkan masalah dengan belajar berpikir, mencari jawaban, bertanya kepada orang, dan sebagainya. Pada tahap kedua, tahap dimana individu seakan-akan melepaskan diri untuk sementara dari masalah tersebut, dalam arti bahwa ia tidak memikirkan masalahnya secara sadar, tetapi “menggeramnya” dalam alam pra sadar. Tahap ketiga, timbulnya insight, saat timbulnya inspirasi atau gagasan baru. Tahap keempat, tahap evaluasi dimana kreasi baru tersebut harus diuji terhadap realitas.

Teori Tentang Produk Kreatif
Cropley (1994) menunjukkan hubungan antara tahap-tahap proses kreatif wallas dan produk yang dicapai.ia menekankan bahwa perilaku kreatif memerlukan kombinasi antara ciri-ciri psikologis yang berinteraksi sebagai berikut : sebagai hasil dari berpikir konvergen atau intelengensi, manusia memiliki seperangkat unsure-unsur mental. Jika dihadapkan pada situasi yang menuntut tindakan, individu mengerjakan dan menggabung unsure-unsur mental sampai timbul ‘konfigurasi’. Konfigurasi ini bisa berupa gagasan model, tindakan, cara menyusun kata, molodi, atau bentuk.

Strategi 4P dalam pengembangan kreativitas
Pribadi
Kreativitas adalah ungkapan dari keunikan individu dalam interaksi dengan lingkungannya. Ungkapan kreatif ialah yang mencerminkan orisinalitas dari individu tersebut. Dari ungkapan yang unik inilah dapat diharapkan timbul ide-ide baru dan produk-produk yang kreatif.
Pendorong (Press)
Bakat kreatif sisiwa akan terwujud jika ada dorongan dan dukungan dari lingkungannya, ataupun jika ada dorongan kuat dalam dirinya sendiri untuk menghasilkan sesuatu.
Proses
Untuk mengembangkan kreativitas, anak perlu diberi kesempatan untuk bersibuk diri secara kreatif. Pendidik hendaknya dapat merangsang anak untuk melibatkan dirinya dalam kegiatan kreatif, dengan membantu mengusahakan sarana dan prasarana yang diperlukan. Dalam hal ini yang penting ialah memberi kebebasan kepada anak untuk mengekspresikan dirinya secara kreatif, tentu saja dengan syarat tidak merugikan orang lain dan lingkungannya.
Produk
Kondisi yang memungkinkan seseorang menciptakan produk kreatif yang bermakna ialah kondisi pribadi dan kondisi lingkungannya, yaitu sejauh mana keduanya mendorong seseorang untuk melibatkan dirinya dalam proses kreatif. Dengan dimilikinya bakat dan ciri-ciri pribadi kreatif, dan dengan dorongan untuk bersibuk diri secara kreatif, maka produk kreatif yang bermakna dengan sendirinya akan timbul.

1 komentar:

  1. Terimakasih saya merasa terbantu dlm meneliti kreatif anak

    BalasHapus